Nama : Novieta Sari
NIM : ACC 115 007
Program Studi Pendidikan Kimia
NIM : ACC 115 007
Program Studi Pendidikan Kimia
Jurusan MIPA
Fakultas FKIP
Universitas Palangkaraya
Lingkungan Pendidikan Kimia
A. Teori
Tentang Pranata Pendidikan
Pranata adalah
sistem norma atau aturan-aturan yang mengenai suatu aktivitas masyarakat yang
khusus. Norma/aturan dalam pranata berbentuk tertulis dan tidak tertulis.
Pranata bersifat mengikat dan relatif lama[1].
Pendidikan adalah
suatu proses yang terjadi karena interaksi berbagai faktor, yang menghasilkan
penyadaran diri dan lingkungan sehingga menampilkan rasa percaya diri dan rasa
percaya akan lingkungannya,
Jadi Pranata Pendidikan dapat diartikan suatu system norma
atau aturan-aturan dalam suatu proses yang terjadi karena interaksi
berbagai faktor, yang menghasilkan penyadaran diri dan lingkungan.
Ruang
Lingkup Pendidikan
Pendidikan
Informal
Pendidikan informal adalah jalur
pendidikan keluarga dan lingkungan
Pendidikan
Formal
Pendidikan formal adalah
jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan
dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Pendidikan
Nonformal
Pendidikan nonformal adalah
jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara
terstruktur dan berjenjang.
Fungsi
Pranata Pendidikan
Pada haikatnya, sesuatu
yang dipelajari dalam pranata pendidikan meliputi berbagai macam ilmu
pengatahuan, sikap, dan keterampilan berbagai hasil kebudayaan manusia. Agar
dikuasai oleh generasi penerus, maka fungsi dari pranata pendidikan itu sendiri
adalah:
a. Memberantas
kebodohan yaitu mengusahakan agar anak mampu menulis dan membaca serta
mengembangkan kemampuan intelektualnya
b. Mengembangkan
bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan kepentingan masyarakat
melestarikan kebudayaan menanamkan ketrampilan yang perlu bagi partisipasi
demokrasi
c. Membantu
seseorang untuk sanggup mencari nafkah
d. Menunda
masa kedewasaan anak
Manfaat Pendidikan
Pranata pendidikan tentunya memiliki manfaat,
dan manfaat tersebut diantaranya adalah :
a.
Wawasan dan pandangan
seseorang dalam berinteraksi menjadi lebih baik
b.
Seseorang dapat mengikuti
perkembangan zaman
c.
Seseorang menjadi lebih
kritis dan analitis dalam berpikir
Jenis-jenis Pendidikan
Jenis
Pendidikan Lainnya :
Menurut Sistem pendidikan di Indonesia, maka terdiri dari tujuh jenis pendidikan yaitu :
1. Pendidikan umum,
Pendidikan umum merupakan pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan.
2. Pendidikan kejuruan,
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu.
3. Pendidikan luar biasa,
Pendidikan luar biasa merupakan pendidikan yang khusus diselenggarakan untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik dan/atau mental.
4. Pendidikan kedinasan,
Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan yang berusaha meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan untuk pegawai atau calon pegawai suatu Departemen atau Lembaga Pemerintah Nondepartemen.
5. Pendidikan keagamaan,
Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan.
6. Pendidikan akademik,
Pendidikan akademik merupakan pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan.
Menurut Sistem pendidikan di Indonesia, maka terdiri dari tujuh jenis pendidikan yaitu :
1. Pendidikan umum,
Pendidikan umum merupakan pendidikan yang mengutamakan perluasan pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta didik dengan pengkhususan yang diwujudkan pada tingkat-tingkat akhir masa pendidikan.
2. Pendidikan kejuruan,
Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu.
3. Pendidikan luar biasa,
Pendidikan luar biasa merupakan pendidikan yang khusus diselenggarakan untuk peserta didik yang menyandang kelainan fisik dan/atau mental.
4. Pendidikan kedinasan,
Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan yang berusaha meningkatkan kemampuan dalam pelaksanaan tugas kedinasan untuk pegawai atau calon pegawai suatu Departemen atau Lembaga Pemerintah Nondepartemen.
5. Pendidikan keagamaan,
Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama yang bersangkutan.
6. Pendidikan akademik,
Pendidikan akademik merupakan pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan.
7. Pendidikan profesional.
Pendidikan profesional merupakan pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu
Pendidikan profesional merupakan pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu
B. perencanaan dan pengelolaan
pendidikan kimia
Perencanaan berasal dari kata rencana yaitu
pengambilan keputusan tentang apa yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan. Dengan demikian, proses suatu perencanaan harus dimulai dari
penetapan tujuan yang akan dicapai melalui analisis kebutuha serta dokumen yang
lengkap, kemudian langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan
tersebut. [1]
Terry
(1993) mengungkapkan bahwa perencanaan itu pada dasarnya adalah penetapan
pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan.[2]
Dari
pengertian di atas, maka setiap perencanaan minimal harus memiliki empat unsur
sebagai berikut:
a. Adanya
Tujuan yang harus dicapai.
b. Adanya
strategi untuk mencapai tujuan.
c. Sumber
daya yang dapat mendukung.
d. Impelemntasi
setiap keputusan.
Fungsi
Perencanaan
Fungsi
kreatif
Pembelajaran
dengan menggunakan perencanaan yang matang akan dapat memberikan umpan balik
yang dapat menggambarkan berbagai kelemahan yang ada sehingga akan dapat
meningkatkan dan memperbaiki program.
Fungsi
Inovatif
Suatu
inovasi pasti akan muncul jika direncanakan karena adanya kelemahan dan
kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Kesenjangan tersebut akan dapat
dipahami jika kita memahami proses yang dilaksanakan secara sistematis dan
direncanakan dan diprogram secara utuh.
Fungsi
selektif
Melalui
proses perencanaan akan dapat diseleksi strategi mana yang dianggap lebih
efektif dan efisien untuk dikembangkan. Fungsi selektif ini juga berkaitan
dengan pemilihan materi pelajaran yang dianggap sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
Fungsi
Komunikatif
Suatu
perencanaan yang memadai harus dapat menjelaskan kepada setiap orang yang
terlibat, baik guru, siswa, kepala sekolah, bahkan pihak eksternal
seperti orang tua dan masyarakat. Dokumen perencanaan harus dapat
mengkomunikasikan kepada setiap orang baik mengenai tujuan dan hasil yang
hendak dicapai dan strategi yang dilakukan.
Fungsi
prediktif
Perencanaan
yang disusun secara benar dan akurat, dapat menggambarkan apa yang akan terjadi
setelah dilakukan suatu tindakan sesuai dengan program yang telah disusun.
Melalui fungsi prediktifnya, perencanaan dapat menggambarkan berbagai kesulitan
yang akan terjadi, dan menggambarkan hasil yang akan diperoleh.
Fungsi
akurasi
Melalui
proses perencanaan yang matang, guru dapat mengukur setiap waktu yang
diperlukan untuk menyampaikan bahan pelajaran tertentu, dapat menghitung jam
pelajaran efektif.
Fungsi
pencapaian tujuan
Mengajar
bukanlah sekedar menyampaikan materi, tetapi juga membentuk manusia yang utuh
yang tidak hanya berkembang dalam aspek intelektualnya saja, tetapi juga dalam
sikap dan ketrampilan. Melalui perencanaan yang baik, maka proses dan hasil
belajar dapat dilakukan secara seimbang.
Fungsi
kontrol dan evaluatif
Mengontrol
keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan merupakan bagian yang tidak dapat
dipisahkan dalam suatu proses pembelajaran. Melalui perencanaan akan dapat
ditentukan sejauh mana materi pelajaran telah dapat diserap oleh siswa dan
dipahami, sehingga akan dapat memberikan balikan kepada guru dalam
mengembangkan program pembelajaran selanjutnya.
Pengertian,
Tujuan dan Fungsi Pengelolaan
Pengertian
Pengelolaan
Itu berakar dari kata
“kelola” dan istilah lainnya yaitu “manajemen” yang artinya ketatalaksanaan,
tata pimpinan. Maka disimpulkan pengelolaan itu adalah pengadministrasian,
pengaturan atau penataan suatu kegiatan Atau proses yang memberikan pengawasan
pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan kebijaksanaan dan pencapaian
tujuan.[4]
pengelolaan dalam
pembelajaran diantaranya :
Pengelolaan
siswa
Siswa
merupakan “produsen” artinya siswa sendirilah yang mencari tahu
pengetahuan yang dipelajarinya. Siswa dalam suatu kelas biasanya mermiliki
kemampuan yang beragam, karenanya guru perlu mengatur kapan siswa bekerja
perorangan, berpasangan, berkelompok, siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan
sehingga ia dapat berkonsentrasi membantu yang kurang, dan kapan siswa
dikelompokkan secara campuran sebagai kemampuan sehingga terjadi tutor sebaya.
Guru dapat mengatur siswa berdasarkan situasi yang ada ketika prosses belajar
mengajar berlangsung.
Pengelolaan
Guru
Guru
adalah orang yang bertugas membantu murid untuk mendapatkan pengetahuan
sehingga ia dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Guru harus dapat
menempatkan diri dan menciptakan suasana yang kondusif, karena fungsi guru
disekolah sebagai “bapak” kedua yang bertanggung jawab atas pertumbuhan dan
perkembangan jiwa anak.
Pengelolaan
Pembelajaran
Pengembangan
pembelajaran pendidikan agama islam memerlukan model-model pembelajaran yang
sesuai dengan tuntutan isi dan hasil yang diharapkan.
Pengelolaan
Lingkungan Kelas
Iklim
belajar yang kondusif merupakan tulang punggung dan faktor pendorong yang dapat
memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Berkenaan dengan hal
tersebut, sedikitnya terdapat tujuh hal yang harus diperhatikan yaitu; ruang
belajar, pengaturan sarana belajar, susunan tempat duduk, penerangan, pemanasan
sebelum masuk ke materi yang akan dipelajari (pembentukan kompetensi), dan bina
suasana dalam pembelajaran.
2. Tujuan
Pengelolaan
a.
Tujuan umum pendidikan,
yakni pembentukan manusia pancasila yang ditetapkan oleh pemerintah biasanya
melalui undang-undang.
b.
Tujuan institusional, yakni
tujuan lembaga pendidikan berupa niat dan harapan siswa.
c.
Tujuan kurikuler, yakni
tujuan bidang studi/mata pelajaran program-program pendidikan sesuai kurikulum
lembaga pendidikan
d.
Tujuan instruksional, yakni
tujuan proses belajar dan mengajar yaitu tujuan yang hendak dicapai dalam
kegiatan pendidikan sehari-hari.
3. Fungsi
Pengelolaan
Fungsi-fungsi dalam
pengelolaan pendidikan lahir dari fungsi manajemen yaitu
perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang bertujuan untuk
melaksanakan kegiatan agar suatu tujuan tercapai dengan efektif dan efisien
Bimbingan Dan Penyuluhan Atau Bimbingan Karir,
Bimbingan
Karir
Bimbingan Karir adalah proses
pemberian bantuan kepada siswa dalam memahami dan berbuat atas dasar pengenalan
diri dan mengenal kesempatan kerja, mampu mengambil keputusan sehingga yang
bersankutan dapat mengelola pengembangan kariernya”. (Manrihu, 1988 : 18).
Dari pengertian di atas jelaslah bahwa
pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah adalah proses membantu
siswa agar memahami diri dan dapat mengambil keputusan yang tepat untuk
kemantapan cita-citanya.
Terkait dengan pengertian Bimbingan Karier di atas maka yang dimaksud dengan Bimbingan Karier dalam penelitian ini adalah suatu proses usaha membantu siswa untuk mengenal potensi dirinya seperti : bakat, minat, kelebihan dan kekurangannya serta mampu memperkenalkan seluk beluk dunia kerja dan berbagai jenis pekerjaan yang diminatinya sesuai dengan cita-cita para siswa.
Tujuan
Bimbingan Karier
Secara umum tujuan
Bimbingan Karier di Sekolah sebagai berikut: “Membantu siswa dalam memahami
diri dan lingkungannya dalam mengambil keputusan, merencanakan dan pengarahan
kegiatan-kegiatan yang menuju kepada karier dan cara hidup yang akan memberikan
rasa kepuasan karena sesuai, serasi, dan seimbang dengan dirinya dan
lingkungannya”. (Sukardi,1984 : 31).
Sedangkan tujuan khusus yang menjadi sasaran pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah menurut Drs. Dewa ketut Sukardi, adalah :
- Siswa dapat meningkatkan
pengetahuannya tentang dirinya sendiri (self konsept ),
- Siswa dapat meningkatkan
pengetahuannya tentang dunia kerja,
- Siswa dapat mengembangkan sikap
dan nilai diri sendiri dalam menghadapi pilihan lapangan kerja dalam
persiapan memasukinya,
- Siswa dapat meningkatkan
keterampilan berpikir agar mampu mengambil keputusan tenntang jabatan
yang sesuai dengan dirinya dan tersedia dalam dunia kerja,
- Siswa dapat menguasai
keterampilan dasar yang penting dalam pekerjaan terutama kemampuan
berkomunikasi, berkerja sama berprakarsa dan sebagainya.
Prinsip-Prinsip
Bimbingan Karier
Agar Bimbingan Karier di Sekolah dapat berfungsi dcngan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, maka beberapa pandangan tentang prinsip-prinsip Bimbingan Karier perlu diperhatikan para pembimbing khususnya dan administrator Sekolah pada umumnya terutama dalam penyusunan program Bimbingan Karier di Sekolah.
Secara
umum prinsip-prinsip Bimbingan Karier di Sekolah di antaranya adalah :
- Seluruh siswa hendaknya
mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya dalam
pencapaian kariernya secara tepat.
- Siswa hendaknya dibantu dalam
mengembangkan pemahaman yang cukup memadai terhadap dirinya sendiri dan
kaitannya dengan perkembangan sosial dan perencanaan karier.
- Siswa secara keseluruhan
dibantu untuk memperoleh pemahaman tentang hubungan antara pendidikan
dengan kariernya.
- Siswa pada setiap tahap program
pendidikannya hendaknya memiliki pengalaman yang berorientasi pada karier
secara berarti dan realistik.
- Program Bimbingan Karier
hendaknya memiliki tujuan untuk merangsang pendidikan siswa .
- Program Bimbingan Karier di Sekolah
hendaknya berpusat di kelas, dengan dikoordinasi oleh pembimbing disertai
partisipasi orang tua dan kontribusi masyarakat.
Program
Bimbingan Karier di Sekolah
Sesuai dengan tujuan dari pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah, yaitu secara umum bertujuan untuk membantu para siswa untuk memperoleh pemahaman diri dan pengarahan diri dalam proses persiapan diri untuk bekerja dan berguna dalam masyarakat maka dari itu untuk mencapai tujuan tersebut perlu kiranya disusun suatu program Bimbingan Karier yang di rencanakan dengan matang.
Dengan demikian penyusunan program layanan Bimbingan Karier di Sekolah memegang peranan penting dalam rangka keberhasilan pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah.
Penyusunan suatu program
Bimbingan Karier di Sekolah hendaknya didasarkan pada beberapa prinsip
diantaranya sebagai berikut:
- Program Bimbingan Karier
hendaknya direncanakan sebagai suatu proses yang berkesinambungan dan
terintegrasi.
- Program Bimbingan Karier
hendaknya disusun dengan melibatkan siswa dalam proses perkembangannya.
- Program Bimbingan Karier
hendaknya menyajikan berbagai macam pilihan tentang kesempatan kerja yang
ada dalam lingkungan serta dalam dunia kerja yang menjadi cita-cita para
siswa.
- Program Bimbingan Karier
hendaknya mempertimbangkan aspek pribadi siswa secara totalitas. Dengan
demikian para siswa akan memiliki kemampuan untuk mengenal berbagai
potensi, bakat, minat, kebutuhan diri serta nilai-nilai hidupyang
dicita-citakannya.
- Program Bimbingan Karier
hendaknya diwujudkan untuk melayani semua siswa.
5.
Pilihan Individu dan Perencanaan Karier.
Selama menelusuri kehidupan, beberapa orang memiliki pilihan atau kesempatan untuk memilih dari pada yang lain.Contoh, diantara siswa memiliki beberapa pilihan untuk memilih seperti jurusan, jenis pekerjaan, serta bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tapi bukan berarti pilihan-pilihan tersebut akan dapat dipenuhi tanpa ada dasar yang memotivasi diri dalam diri siswa itu sendiri.
Sehubungan dengan hal ini maka sangat tepatlah tujuan dilaksanakan Bimbingan Karier di Sekolah-sekolah dalam rangka membantu mengarahkan cita-cita para siswa. Hal berikut ini mungkin akan dapat membantu siswa di Sekolah diantaranya :
- Perencanaan Karier dapat
membantu siswa mempersiapkan pengambilan keputusan.
- Perencanaan Karier dapat
membantu siswa mengembangkan beberapa kepercayaan dalam diri sendiri.
- Perencanaan Karier dapat
membantu siswa menemukan beberapa makna dari aktivitas siswa di
Sekolah.
- Perencanaan Karier dapat
memberikan ketenangan bagi diri siswa untuk mengenal kesempatan-kesempatan
yang baik yang ditemukannya di Sekolah maupun di luar Sekolah.
- Perencanaan Karier dapat
membantu siswa menentukan apa yang seharusnya dilakukan sekarang dalam
kaitannya dengan apa yang diinginkan selanjutnya.
6.
Cara Pelaksanaan Bimbingan Karier
Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah terdiri dari dua macam tehnik pendekatan, yaitu pendekatan individual dan pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok dalam Bimbingan Karier akan memungkinkan masalah yang bersangkut paut dengan karier dapat ditangani untuk semua siswa di Sekolah. Supaya memiliki keterampilan dalam proses pengambilan keputusan mengenai apa yang dicita-citakan pekerjaan, jabatan atau karier yang utama dimasa depan. Untuk mencapai tujuan itu para siswa perlu memahami dirinya sendiri dan lingkungannya serta dapat mengambil keputusan yang bemakna bagi dirinya.
Berdasarkan kelompok dalam Bimbingan Karier di Sekolah nampaknya menjadi suatu pendekatan bimbingan yang esensial karena dapat memberikan bantuan layanan kepada semua siswa di Sekolah. Maka dari itu pendekatan kelompok dalam Bimbingan Karier dapat meningkatkan konselor propesional secara maksimal.
Cara pelaksanaan Bimbingan
Karier di Sekolah adalah sebagai berikut:
“Cara pelaksanaan Bimbingan Karier di Sekolah dapat ditempuh melalui dua pendekatan yakni: Pendekatan Individual yaitu dengan penyuluhan karier dan pendekatan kelompok dengan kegiatan:(1). Paket belajar, (2). Pengajaran unit, (3). Papan buletin, (4). Hari Karier dan (5). Karya Wisata Karier. (Agus suyanto, 1989: 23).
Pendapat di atas menekankan bahwa Bimbingan Karier dilaksanakan melalui dua cara pendekatan sebagai berikut:
a.
Pendekatan Individual yaitu: Melalui penyuluhan karier. Bantuan dengan
penyuluhan karier melalui dua cara:
- Konseling tentang pemecahan
kesulitan dengan tujuan mengatasi masalah yang dihadapi siswa.
- Bantuan perorangan agar
masing-masing siswa dapat memahami dirinya, memahami dunia kerja dan
mengadakan penyesuaian antara dirinya dengan dunia kerja.
b.
Pendekatan Kelompok
- Paket Belajar, maksudnya
pelaksanaan Bimbingan Karier, menggunakan lima Pendekatan Belajar
yaitu:(a). Pemahaman diri, (b). Nilai-nilai, (c). Pemahaman lingkungan,
(d). Hambatan dan cara mengatasinya, (e). Merencanakan masa depan.
- Pengajaran Unit, setiap bidang
studi memiliki suatu pokok bahasan yang berkaitan dengan suatu pekerjaan
selama proses belajar hendaknya memberikan informasi yang berkaitan dengan
suatu pekerjaan selama proses belajar memberikan informasi yang berkaitan
dengan suatu pekerjaan sehubungan dengan dengan materi yang disampaikan.
- Papan Buletin, maksudnya
melalui papan buletin petugas BK memasang informsi. Informasi tentang
berbagai jenis pekerjaan yang bahannya diambil dari guntingan. Tentang
suatu pekerjaan,dan sebagainya.
- Hari Karier, maksudnya kegiatan
untuk mengisi hari-hari tertentu yang diisi dengan ceramah dari sumber
tentang suatu pekerjaan.
- Karya Wisata, maksudnya para
siswa diajak berkunjung ketempat suatu pekerjaan untuk melihatdari dekat
tentang suatu pekerjaan
Sarana Atau Media Pendidikan Kimia
Sarana Belajar
Sarana belajar adalah peralatan belajar yang
dibutuhkan dalam proses belajar agar pencapaian tujuan belajar dapat berjalan
dengan lancar, teratur, efektif dan efisien (Roestiyah, 2004: 166). Dalam
hubungannya dengan proses belajar mengajar, ada dua jenis sarana pendidikan.
Pertama, sarana pendidikan yang secara langsung digunakan dalam proses belajar
mengajar. Contonya kapur tulis, atlas dan sarana pendidikan lainnya yang
digunakan guru dalam mengajar. Kedua, sarana pendidikan yang secara tidak
langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar, seperti lemari dan arsip
sekolah merupakan sarana pendidikan yang secara tidak langsung digunakan oleh
guru dalam proses belajar mengajar. Bila tinjau dari fungsi dan
peranannya dalam proses belajar mengajar, maka sarana pendidikan dapat
dibedakan menjadi:
- Alat pelajaran Alat pelajaran adalah alat yang
digunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar. Alat ini mungkin
berwujud buku tulis, gambar-gambar, alat-alat tulis-menulis lain seperti
kapur, penghapusan dan papan tulis maupun alat-alat praktek, semuanya
termasuk ke dalam lingkup alat pelajaran.
- Alat peraga Alat peraga mempunyai arti yang luas. Alat
peraga adalah semua alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa
benda ataupun perbuatan dari yang tingkatannya paling konkrit sampai ke
yang paling abstrak yang dapat mempermudah pemberian pengertian
(penyampaian konsep) kepada murid.
Media Belajar
Kata media berasal dari bahasa latin Medius
yang secara harfiah berarti ”Tengah”, ”Perantara”, atau ”Pengantar”. Dalam
bahasa arab ”Media” adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada
penerima pesan. Gerlach & Ely menyatakan bahwa ”media apabila dipahami
secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian, yang membangun
kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan
atau sikap”. Menurut Romiszowki (dalam Darmojo,1991:8) mengatakan bahwa ”media
ialah pembawa pesan yang berasal dari suatu sumber pesan (yang dapat berupa
orang atau benda) kepada penerima pesan”. Adapun yang dimakud penerima pesan
adalah siswa. Jadi media merupakan suatu perantara untuk menyampaikan pesan
atau informasi kepada siswa. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa
media merupakan pembawa pesan yang berasal dari sumber pesan kepada penerima
pesan yang dituju.
Media Pembelajaan Menurut Briggs (1977) media
pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran
seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education
Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana
komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi
perangkat keras Klasifikasi Media.
Secara umum media pembelajaran dalam
pendidikan disebut media, yaitu berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa
yang dapat merangsangnya untuk berpikir. Gagne (dalam Sadiman, 2002: 6) Menurut
Bretz dan Briggs mengemukakan bahwa klasifikasi media digolongkan menjadi 4
kelompok yaitu media audio, media visual, media audo visual, dan media
serbaneka.
- Media Audio Media audio berfungsi untuk menyalurkan
pesan audio dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan
erat dengan indra pendengaran.contoh media yang dapat dikelompokkan dalam
media audio diantarany : radio, tape recorder, telepon, laboratorium
bahasa, dll
- Media Visual Media visual yaitu media yang mengandalkan
indra penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu (1) media visual
diam (2) media visual gerak. a. Media visual diam contohnya foto,
ilustrasi, flashcard,gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai,
film rngkai,OHP, grafik, bagan, diagram, poster dan peta. b. Media visual
gerak contohnya gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan
sebagainya.
- Media audio visual Media audiovisual merupakan media
yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya
media audio visual dibedakan menjadi 2 yaitu (1) madia audio visual diam
antara lain: TV, film rangkai bersuara dan buku bersuara. (2) media audio
visual gerak seperti gambar bersuara.
- Media Serbaneka Media serbaneka merupakan suatu media
yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau
di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media
pengajaran. Contoh media serbaneka diantaranya :
- Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya
: papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik,
dan papan paku.
- Media tiga dimensi diantaranya : model, mock up, dan
diorama.
- Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya
atau aslinya . contoh pemanfaatan realit misalnya guru membawa kelinci,
burung, ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau
ke peternakan sekolah.
- Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan karya
wisata dan berkemah
Menurut saya persoalan pembelajaran kimia disekolah, mulai dari kompetensi guru, dan sarana-prasana sekolah seperti teknisi laboratorium, laboran, infastuktur, lcd dan perpustakaan Jika mempelajari kimia dianggap sulit, maka permasalahan ini kemungkinan besar terkait dengan komponen-komponen tersebut. Selain komponen-komponen ini, kesulitan belajar juga dapat muncul dari karakteristik materi pelajaran kimia itu sendiri yang sebagian besar konsepnya bersifat abstrak.
Solusi
Menurut saya pemerintah proses belajar mengajar terjadi dalam situasi
pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pemerintah sudah melakukan
training-training untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar, namun setelah
selesai mengikuti pelatihan tidak banyak berubah dengan berbagai alasan
diantaranya fasilitas tidak mendukung, tidak cukup waktu , kurang menguasai IT
(Information Technology). Ilmu kimia dikembangkan lewat eksperimen-ekperimen di
laboratorium, dengan demikian laboratorium memiliki peran yang sangat
penting, namun demikian tidak semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium
yang memadai. Sekolah yang memiliki laboratorium penggunaannya masih kurang
optimal. Ketersediaan tenaga teknisi laboratorium dan laboran masih sangat
kurang bahkan sampai level perguruan tinggi keadaannya tidak banyak berbeda. Usaha-usaha
perbaikan pembelajaran sudah banyak dilaku¬kan dengan berbagai cara,
peningkatan kompetensi guru melalui training-training, perbaikan fasilitas perpustakaan,
pemanfaatan IT untuk pembelajaran, pembuatan software media interaktif,
penulisan modul dan buku ajar, olimpiade kimia untuk mendorong siswa Sekolah
menengah untuk belajar kimia lebih baik, Pendidikan dan Pelatihan Profesi
Guru (PLPG) untuk peningkatan profesionalisme guru, mailing list untuk saling
bertukar pengalaman dalam pembelajaran kimia, namun hasilnya belum
meng¬gembirakan.